slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

IHSG Naik 0,33% Menorehkan Rekor ATH Baru di Level 8.640

IHSG Naik 0,33% Menorehkan Rekor ATH Baru di Level 8.640

Jakarta kembali mencatatkan sejarah baru di pasar sahamnya. Pada tanggal 4 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 28,41 poin, atau setara dengan kenaikan 0,33% ke level 8.640,19. Ini menjadi rekornya tertinggi yang pernah dicapai oleh IHSG, menandakan adanya optimism tinggi di kalangan investor.

Selama perdagangan hari itu, terdapat sebanyak 358 saham yang mengalami penguatan. Di sisi lain, 302 saham mengalami penurunan, sedangkan 140 saham tidak mengalami perubahan signifikan dalam harga yang ditawarkan.

Nilai transaksi pada sesi perdangan tersebut tercatat mencapai Rp 21,19 triliun. Ini menunjukkan tingginya minat investasi, dengan 51,36 miliar saham diperdagangkan melalui 2,79 juta kali transaksi.

Peningkatan Sektor Energi dan Teknologi yang Mendominasi

Sektor energi dan teknologi menjadi pendorong utama dalam penguatan IHSG kali ini. Secara keseluruhan, sektor tersebut menunjukkan performa yang cukup kuat, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kedua sektor ini.

Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami koreksi. Penurunan ini bisa diartikan sebagai respons pasar terhadap beberapa faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi sektor tersebut.

Salah satu saham yang berkontribusi besar terhadap penguatan indeks adalah Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Saham ini mendapatkan perhatian khusus dari para investor yang berharap dapat memperoleh keuntungan dari pertumbuhannya.

Kontribusi Saham Bank dalam Penguatan IHSG

Selain DSSA, sejumlah saham dari bank-bank besar seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia turut berperan dalam mendongkrak kinerja IHSG. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perbankan tetap menjadi pilar penting dalam struktur pasar saham Indonesia.

Kinerja positif dari bank-bank tersebut mencerminkan kestabilan ekonomi domestik yang perlahan mulai pulih, menawarkan harapan bagi para investor. Kegiatan transaksi yang meningkat menunjukkan adanya antusiasme pasar.

Pada hari perdagangan tersebut, pelaku pasar memperhatikan rilis data dan perkembangan ekonomi global. Sinyal dari AS mengenai perlambatan pasar tenaga kerja menjadi perhatian, tetapi tidak menghalangi laju positif IHSG.

Sentimen Pasar dan Kebijakan Fiskal Pemerintah

Meski ada berbagai tantangan, stabilitas IHSG dan pergerakan nilai tukar rupiah yang terjaga memberikan ruang bagi pasar untuk berkembang. Hal ini menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi investasi di Tanah Air.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan dukungan pemerintah dalam bentuk insentif fiskal untuk menarik lebih banyak investor ritel. Kebijakan ini diharapkan bisa memberi dorongan tambahan terhadap pertumbuhan pasar saham di masa mendatang.

Sebelum mengimplementasikan insentif ini, pemerintah meminta agar Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia melakukan pembenahan terkait praktik perdagangan yang merugikan investor. Ini penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.

Purbaya menginginkan tindakan konkret dalam menghadapi manipulasi harga saham, yang selama ini menjadi masalah di pasar. Ia memberi waktu enam bulan bagi pihak berwenang untuk menunjukkan langkah-langkah nyata sebelum insentif dapat diberikan.