slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

IHSG Hari Ini Alami Penurunan Kecil, Tidak Mampu Sentuh Level 8.400

IHSG Hari Ini Alami Penurunan Kecil, Tidak Mampu Sentuh Level 8.400

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan fluktuasi yang menarik pada hari ini. Pada perdagangan Senin, 10 November 2025, IHSG ditutup dengan koreksi tipis 0,04% atau -3,35 poin, yang membawa indeks ke level 8.391,24. Tentu saja, ini merupakan perubahan yang signifikan mengingat pada sesi awal, IHSG sempat mengalami kenaikan yang cukup baik.

Di pagi hari, IHSG membuka perdagangan dengan apresiasi positif mencapai 0,58% dan bahkan berhasil melesat hingga 1% dalam satu jam pertama sesi I. Namun, penguatan ini tidak bertahan lama dan mulai terpangkas di akhir sesi I, hanya tersisa 0,25%. Keadaan ini menjadi perhatian, terutama mengingat efek dari pergerakan saham-saham utama.

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak dalam rentang yang cukup luas, yaitu antara 8.391,24 hingga 8.478,15. Dari total saham yang diperdagangkan, 389 saham mengalami kenaikan, sementara 300 saham turun dan 267 saham lainnya tidak berubah. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 20,61 triliun, dengan total 43,38 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,6 juta kali transaksi.

Performa Sektor Saham yang Berbeda pada Hari Ini

Dari data yang diperoleh, mayoritas sektor di pasar saham berada di zona hijau. Sektor utilitas memimpin dengan penguatan sebesar 2,3%, diikuti oleh sektor properti yang mencatat kenaikan 1,73% dan sektor bahan baku yang menguat 1,07%. Kondisi ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari investor pada sektor-sektor tertentu.

Sementara itu, sektor energi mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni -3,52%. Selain itu, sektor finansial dan kesehatan juga ikut menyusut, masing-masing turun sebesar 0,57% dan 0,48%. Ini menjadi gambaran bahwa semua sektor tidak berkontribusi secara merata dalam pergerakan IHSG hari ini.

Adanya koreksi tajam yang terjadi pada saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap penurunan IHSG. Saham emiten ini terpantau turun 12% ke level 88.000 yang merugikan indeks sebesar -46,28 poin. Tentunya, pergerakan saham seperti ini bisa menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati.

Saham yang Mencorong dan Menggerakkan IHSG Hari Ini

Di balik penurunan IHSG, terdapat beberapa saham yang mencoba mengangkat kinerja indeks, di antaranya adalah GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Barito Renewables Energy (BREN), dan Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE). Masing-masing saham tersebut memberikan kontribusi positif terhadap indeks, dengan angka 12,93 poin, 9,53 poin, dan 5,35 poin.

Saham GOTO, khususnya, mengalami kenaikan yang cukup mengesankan sebesar 9,84%. Kenaikan ini diduga kuat akibat munculnya kembali isu penggabungan dengan salah satu perusahaan besar lainnya, Grab. Isu ini mencuat dari pembicaraan di tingkat tinggi, mempertegas dampak sentimen pasar terhadap pergerakan saham.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa penggabungan GOTO dan Grab menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan mengenai penyempurnaan Peraturan Presiden mengenai ojek online. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah bisa sangat memengaruhi dinamika pasar.

Proyeksi dan Data Ekonomi yang Mempengaruhi IHSG

Dalam beberapa minggu terakhir, IHSG mengalami kenaikan yang signifikan, dengan rekor yang baru dicapai. IHSG tercatat naik 2,83% yang membawa indeks ke level 8.394,59, menjadikannya sebagai salah satu pasar dengan performa terbaik di kawasan. Ini menunjukkan optimisme yang tinggi di pasar modal Tanah Air.

Namun, pekan ini menjadi waktu yang menantang karena pasar global dan domestik bersiap untuk menghadapi periode dengan banyak data ekonomi. Setelah ada periode yang relatif tenang sebelumnya, diharapkan ada pergerakan yang dinamis di bursa, obligasi, dan nilai tukar akibat rilis data ekonomi dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Berita terpenting dari dalam negeri adalah rilis data dari Bank Indonesia yang akan memberikan gambaran mengenai kekuatan konsumsi masyarakat. Fokus utama pasar tetap tertuju pada inflasi di Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Kamis, yang selanjutnya bisa berpengaruh pada arah kebijakan The Fed.

Data Inflasi dan Penjualan Ritel yang Dinantikan Pasar

Data ekonomi yang dirilis dalam pekan ini mayoritas terkait dengan penjualan ritel dan tingkat inflasi yang berhubungan dengan daya beli. Dengan China yang baru saja merilis data inflasi yang mengejutkan pekan lalu, pasar kini menantikan berbagai data penjualan dari Indonesia dan juga Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Amerika Serikat.

Semua informasi ini menjadi penting untuk menganalisis kondisi pasar dan memprediksi pergerakan ke depan. Investor perlu mencermati setiap data yang dirilis guna mengantisipasi fluktuasi yang mungkin terjadi. Dan dengan mencermati kondisi pasar secara menyeluruh, diharapkan para investor bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan bijaksana.

Dengan latar belakang data-data ini, IHSG dapat bergerak sesuai ekspektasi pasar, tergantung pada bagaimana respons terhadap informasi yang diperoleh. Pengawasan yang ketat terhadap rilis data ekonomi ini menjadi sangat krusial untuk ke depannya.