slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

IHSG Berpotensi Mencapai 9000 di Akhir Tahun

IHSG Berpotensi Mencapai 9000 di Akhir Tahun

Jakarta menjadi sorotan saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan optimisme tentang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun terdapat penurunan yang signifikan baru-baru ini, dia yakin bahwa IHSG akan mencapai angka 9.000 pada akhir tahun ini.

Dalam sebuah konferensi di Kantor Kementerian PU, Purbaya menjelaskan bahwa program ekonomi yang sedang diterapkan akan membawa perubahan positif. Ia menyatakan betapa pentingnya menjaga fondasi ekonomi agar dapat mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Purbaya juga menunjukkan keyakinannya bahwa IHSG mampu mencapai angka 35.000 pada tahun 2035. Dia merujuk pada siklus bisnis historis yang terjadi di Indonesia sebagai acuan untuk proyeksi ambisius ini.

Analisis Tren IHSG dan Siklus Bisnis di Indonesia

Purbaya menjelaskan, berdasarkan data historis, IHSG menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada tahun 2001, indeks berada di level 300-an, kemudian meningkat menjadi 2.500 pada tahun 2008 sebelum terjun kembali selama krisis.

Setelah periode tersebut, IHSG menunjukkan tren kenaikan yang stabil hingga mencapai 6.500 pada tahun 2018. Menurutnya, ini adalah gambaran dari siklus bisnis yang dapat diharapkan terjadi di masa depan.

Dalam wawancaranya, Purbaya menjelaskan tentang pola siklus bisnis yang terjadi setiap 7 hingga 10 tahun. Peningkatan yang terjadi dalam periode tersebut adalah bagian dari dinamika pasar yang wajar.

Situasi Terkini Indeks dan Penurunan yang Signifikan

Saat ini, IHSG mengalami penurunan yang cukup tajam. Pada tanggal 17 Oktober 2025, indeks turun hingga 209,1 poin atau 2,57%, mencapai level 7.915,66. Situasi ini tentunya mengundang perhatian banyak pihak di pasar saham.

Hasil analisis menunjukkan bahwa 617 saham mengalami penurunan, 204 tidak bergerak, dan hanya 135 yang mencatatkan kenaikan. Angka transaksi harian juga menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi dengan total mencapai Rp 27,95 triliun.

Kapitalisasi pasar menurun drastis, mencapai Rp 14.746 triliun dengan jumlah dana yang tercatat menguap sekitar Rp 814 triliun dalam satu pekan. Ini adalah indikator bahwa pasar saham sedang menghadapi tantangan berat.

Penyebab Penurunan dan Pengaruh Global terhadap Pasar Saham

Beberapa sektor mengalami penurunan yang signifikan, terutama energi dan utilitas. Sektor energi anjlok hingga 6,71%, mendorong para analis untuk menyelidiki lebih dalam mengenai faktor penyebabnya.

Saham-saham tertentu menjadi penyebab utama tertekannya IHSG, termasuk saham dari emiten besar yang mengalami koreksi. Di antaranya adalah DSSA yang mencatatkan penurunan 13,78% dan memberikan kontribusi negatif yang signifikan terhadap indeks.

Pakar ekonomi Lukman Leong menyoroti bahwa sentimen pasar juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan global, terutama masalah yang terjadi di sektor perbankan di Amerika Serikat. Ketidakpastian ini membuat banyak investor cenderung wait and see.

Menghadap Ketidakpastian dan Persiapan Menuju Masa Depan

Saat ini, ketegangan antara China dan AS juga turut memberikan dampak pada pasar. Meskipun harapan untuk pertemuan antara pemimpin kedua negara ada, tetap ada kecemasan terkait perkembangan lebih lanjut di kedua negara.

Leong menjelaskan bahwa jika tidak ada perkembangan signifikan, sentimen negatif dari sektor perbankan mungkin akan berlanjut. Hal ini tentunya berpotensi menambah ketidakpastian di pasar yang sudah bergejolak.

Meskipun demikian, ada harapan bahwa situasi pasar akan membaik seiring dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Penting bagi investor untuk tetap bersikap hati-hati namun optimis, mengikuti perkembangan dengan seksama.