slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

IHSG Ambruk Tiba-Tiba, Analis Sebut Geopolitik Global Jadi Penyebabnya

IHSG Ambruk Tiba-Tiba, Analis Sebut Geopolitik Global Jadi Penyebabnya

Jakarta, pasar modal Indonesia mengalami fluktuasi yang signifikan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba mengalami penurunan lebih dari 2%. Pada pukul 14.33 WIB, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 194,24 poin atau 2,17% menjadi 8.742,51. Namun, tak lama setelah itu, indeks berhasil memangkas penurunan hingga kurang dari 1%.

Sejumlah analis mulai memberikan pandangan terkait penyebab penurunan mendadak IHSG ini, yang banyak dikaitkan dengan kondisi geopolitik global yang semakin memanas. Hal ini menjadi sorotan utama bagi pelaku pasar dan investor yang berkepentingan dalam sektor komoditas.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menjelaskan bahwa terdapat dua faktor utama yang memengaruhi reaksi pasar saat ini. Ini menunjukkan bagaimana isu-isu global dapat merasuk ke dalam dinamika pasar modal domestik dan memengaruhi keputusan investasi.

Geopolitik Global dan Dampaknya Terhadap Pasar Modal

Dalam pandangan Maximilianus, salah satu penyebab ketidakpastian di pasar adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama dengan adanya gelombang protes di Iran. Protes ini memicu kekhawatiran atas potensi keterlibatan Amerika Serikat, yang dapat mempengaruhi pasar komoditas secara global.

Di sisi lain, kondisi politik domestik di AS juga turut menjadi fokus perhatian. Penyelidikan kriminal federal terhadap Gubernur The Fed, Jerome Powell, terkait renovasi senilai US$ 2,5 miliar, menjadi sumber kekhawatiran baru bagi pelaku pasar. Tindakan ini dipandang sebagai indikasi tidak stabilnya lingkungan ekonomi yang dapat berdampak pada kebijakan moneter di masa depan.

Maximilianus menilai bahwa, akibat dari kedua kondisi ini, harga emas dan perak mengalami lonjakan tertinggi. Kenaikan harga logam mulia ini sering kali menjadi tanda bahwa investor mulai mencari keamanan dalam aset yang lebih stabil saat kondisi pasar tidak menentu.

Korelasi Antara Harga Logam Mulia dan Saham

Secara historis, harga logam mulia seperti emas dan pasar saham memiliki hubungan yang cenderung rendah hingga negatif. Ini berarti ketika harga saham mengalami penurunan, harga emas biasanya meningkat, berfungsi sebagai pelindung nilai di saat krisis.

Namun, hubungan ini tidak selalu konstan. Dalam beberapa kondisi pasar, emas dapat bergerak seiring dengan saham, meskipun umumnya tetap diakui sebagai aset yang aman saat ada ketidakpastian ekonomi.

Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, juga mengaitkan penurunan IHSG hari ini dengan gejolak geopolitik mencuat dan aksi ambil untung di saham-saham energi. Ini mencerminkan reaksi pasar yang cepat terhadap peristiwa global dan lokal yang dapat memengaruhi nilai saham.

Aksi Profit Taking dan Dampaknya pada IHSG

Di tengah penurunan ini, Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mencatat bahwa kejadian ini sebagian besar dipicu oleh aksi profit taking di sektor energi. Pasar saham bergelombang, dan pelaku pasar sering kali bersikap defensif saat harga saham mengalami lonjakan signifikan.

“Kami mencatat bahwa beberapa emiten energi terkoreksi sekitar 2%, yang menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai mengambil untung setelah kenaikan yang cukup besar,” kata Herditya. Meski ada penurunan, IHSG menunjukkan tanda-tanda rebound meskipun masih dalam area negatif.

Berdasarkan pandangan analis Komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong, situasi ini bisa dilihat sebagai koreksi yang wajar. Ia menekankan bahwa aksi profit taking ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan mengingat adanya kenaikan besar pada sebelumnya.

Menghadapi Libur dan Sentimen Pasar di Masa Depan

Penting untuk dicatat bahwa pasar keuangan Indonesia hanya akan dibuka selama empat hari dalam minggu ini karena adanya libur Isra Mi’raj. Hal ini memberi pelaku pasar sedikit waktu untuk menganalisis pergerakan sebelum kembali ke aktivitas perdagangan.

Pelaku pasar kini sedang fokus pada rilis inflasi AS yang akan datang. Dengan ekspektasi inflasi berada di kisaran 2,7% secara tahunan di akhir 2025, ini lebih rendah dibanding prediksi sebelumnya di atas 3%.

Angka ini bukanlah rilis resmi, melainkan estimasi berdasarkan data terakhir yang tersedia. Ketidakpastian ini menambah kompleksitas dalam pengambilan keputusan investasi, yang mengharuskan investor selalu waspada terhadap informasi terbaru.