Pada akhir tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan. Penutupan perdagangan pada tanggal 30 Desember menunjukkan bahwa indeks naik sebesar 2,68 poin, atau setara dengan 0,03%, mencapai angka 8.646,94.
Transaksi yang berlangsung pada hari itu mencapai nilai Rp20,61 triliun, melibatkan sebanyak 39,54 miliar saham dalam 2,6 juta kali transaksi. Dari total perdagangan, sebanyak 346 saham mengalami penguatan, sementara 317 saham mengalami penurunan dan 146 saham tidak menunjukkan perubahan nilai.
Dalam perkembangan pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih yang signifikan sebesar Rp937,79 miliar di seluruh bursa. Angka ini terdiri dari penjualan bersih sebesar Rp888,53 miliar di pasar reguler, dan sisanya sebesar Rp49,26 miliar berasal dari pasar negosiasi maupun tunai.
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menempati posisi teratas dalam daftar net sell asing dengan angka mencapai Rp415,65 miliar. Dalam posisi yang cukup berdekatan, saham Darma Henwa (DEWA) mencatatkan angka penjualan bersih asing Rp267,99 miliar, sedangkan Bumi Resources (BUMI) mengikuti dengan angka Rp109,12 miliar.
Melalui platform analisis pasar seperti Stockbit, berikut adalah sepuluh saham yang mengalami net foreign sell tertinggi pada hari Selasa tersebut:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp415,65 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp267,99 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) – Rp109,12 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp95,35 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) – Rp73,45 miliar
- PT Buana Lintas Laut Tbk. (BULL) – Rp58,33 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp55,31 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Rp48,84 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) – Rp45,96 miliar
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) – Rp38,87 miliar
Pemantauan Pergerakan IHSG di Akhir Tahun 2025
Seiring mendekatnya akhir tahun, pemerhati pasar memperhatikan kondisi IHSG yang menunjukkan tren tertentu. Kenaikan indeks ini di tengah dinamika pasar global menjadi tanda potensi pertumbuhan yang perlu disikapi dengan bijak.
Pada fase akhir tahun, investor biasanya sangat memperhatikan sektor-sektor yang berpotensi memberikan keuntungan. Sektor yang paling diminati sering kali mencakup gaya investasi yang lebih aggresif dan pemilihan saham yang memiliki fundamental kuat.
Di sisi lain, kondisi likuiditas akhir tahun juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan pasar. Adanya penjualan besar-besaran oleh investor asing menjadi sinyal bahwa mungkin ada faktor eksternal yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar lokal.
Analisa Seluruh Sektor dalam Perdagangan Hari Terakhir
Berbagai sektor memberikan kontribusi yang berbeda dalam pergerakan IHSG pada saat penutupan tahun. Beberapa sektor mengalami peningkatan yang signifikan, sementara yang lain terpaksa harus merasakan tekanan dari penjualan saham oleh investor asing.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan ini termasuk sentimen global, kebijakan pemerintah, serta dinamika ekonomi domestik. Sektor-sektor yang memiliki stabilitas dalam fundamentalnya biasanya mampu bertahan lebih baik pada kondisi pasar yang fluktuatif.
Investor juga berperan penting dalam menentukan arah pasar dengan strategi mereka masing-masing, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam konteks yang lebih luas, analisis dari para ekonom dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai potensi dan risiko yang ada di pasar.
Strategi Investasi di Tahun yang Akan Datang
Dengan menyongsong tahun 2026, penting bagi investor untuk merumuskan strategi investasi yang tepat. Analisis yang mendalam terhadap perkembangan ekonomi dan pasar saham menjadi kunci untuk memanfaatkan peluang yang ada.
Investor disarankan untuk melakukan diversifikasi portofolio sebagai langkah mitigasi risiko. Mengingat faktor ketidakpastian yang dapat mengganggu pergerakan pasar, keberagaman dalam jenis investasi dapat menjadi tameng yang efektif.
Pada akhirnya, pemahaman yang baik mengenai pergerakan pasar dan strategi investasi yang mengarah pada pengelolaan risiko harus menjadi fokus utama setiap investor. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk mencapai hasil yang optimal di masa mendatang.
