PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) akan segera merilis Reksa Dana Bursa Syariah yang berbasis emas, dikenal dengan ETF Emas, yang dijadwalkan awal tahun depan. Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat daya tarik investasi emas di pasar modal Indonesia.
Bersama PT Pegadaian dan Deutsche Bank, Mandiri Investasi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal untuk merealisasikan peluncuran ini. Kerja sama ini menunjukkan komitmen ketiga institusi dalam menghadirkan produk investasi yang sesuai syariah dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Sebelum langkah ini, Mandiri Investasi juga sudah membangun hubungan strategis dengan Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan pertama. Ditambah lagi, mereka menggandeng PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) untuk mendalami aspek pengembangan produk hingga pengelolaan investasi berbasis emas.
Kolaborasi Strategis dalam Peluncuran ETF Emas
Persiapan peluncuran telah dilakukan secara intensif untuk memastikan masing-masing pihak siap berkontribusi. Aspek teknis seperti penyimpanan emas fisik, tata kelola kustodian, dan infrastruktur perdagangan RDB telah difinalisasi untuk menjamin kelancaran proses.
Langkah ini menjadi sangat penting karena diharapkan produk baru tersebut siap diluncurkan pasca penerbitan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rencana peluncuran ini ditargetkan berlangsung segera setelah OJK merilis Peraturan tentang Reksa Dana dengan unit penyertaan yang diperdagangkan di Bursa Efek.
Sejak berdirinya, Mandiri Investasi telah mengelola 14 kontrak pengelolaan dana yang merupakan bagian dari ETF emas global. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman yang cukup untuk meluncurkan produk baru di tengah pasar yang kompetitif ini.
Peran Masing-Masing Pihak dalam Proyek Baru
Pegadaian akan berfungsi sebagai Bullion Bank, bertanggung jawab menyediakan dan menyimpan emas fisik yang menjadi dasar produk investasi ini. Direktur Pemasaran Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyoroti bahwa langkah ini merupakan dukungan untuk memperkuat ekosistem industri emas nasional.
Deutsche Bank, di sisi lain, akan berperan sebagai Bank Kustodian, yang memiliki pengalaman luas dalam mengelola transaksi ETF di pasar internasional. Pernyataan dari Samir Shivaji Dhamankar menegaskan komitmen Deutsche Bank untuk memenuhi standar tertinggi dalam pengadministrasian produk ini.
Direktur Mandiri Investasi, Ernawan Rahmat Salimsyah, menjelaskan bahwa kolaborasi ini ditujukan untuk menciptakan RDB Emas Syariah yang mudah diperdagangkan dan memenuhi prinsip syariah. Produk ini akan memudahkan investor untuk bertransaksi layaknya saham di Bursa Efek Indonesia.
Keunggulan RDB Emas Syariah bagi Investor
RDB Emas Syariah menawarkan efisiensi dan transparansi sebagai keunggulan utama. Produk ini dirancang dengan memperhatikan dinamika harga emas baik domestik maupun global, menjadikannya investasi yang lebih kompetitif.
Ernawan juga menekankan bahwa produk ini akan menjadi solusi modern bagi mereka yang ingin berinvestasi emas, tanpa harus menyimpan emas fisik. Keuntungan lainnya adalah produk ini relevan untuk investor yang mencari instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio.
Dengan peluncuran RDB Emas Syariah, Mandiri Investasi percaya dapat menarik minat kuat dari investor institusi maupun ritel. Dengan adanya produk baru ini, perusahaan berharap dapat mendukung pertumbuhan Assets Under Management (AUM) pada tahun 2026 mendatang.
Proyeksi Pertumbuhan Mandiri Investasi di Masa Depan
Sampai dengan Desember 2025, dana kelolaan konsolidasi Mandiri Investasi sudah melampaui Rp 80 triliun dan diperkirakan akan terus meningkat. Peluncuran produk baru ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk pertumbuhan yang lebih signifikan.
Selain itu, RDB Emas Syariah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi emas yang sesuai syariah. Dengan begitu, bukan hanya keuntungan yang diharapkan, tetapi juga kontribusi dalam mengembangkan ekosistem pasar modal yang lebih luas.
Akhirnya, Mandiri Investasi optimis bahwa produk baru ini akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan integrasi berbagai pihak, diharapkan peluncuran produk ini bisa menciptakan dampak positif bagi industri investasi emas di Indonesia.
