PT Darma Henwa (DEWA), yang merupakan bagian dari Grup Bakrie, baru-baru ini mengumumkan pelaksanaan buyback saham yang cukup signifikan dengan total anggaran mencapai Rp429,99 miliar. Keputusan ini diambil dalam konteks menghadapi fluktuasi pasar yang sudah berlangsung dalam periode waktu tertentu.
Dari total anggaran tersebut, perusahaan berhasil membeli kembali sebanyak 790,69 juta lembar saham. Melihat harga pelaksanaan, transaksi ini berlangsung dalam rentang yang cukup beragam antara Rp430 hingga Rp645 per lembar saham.
Dalam rincian lebih lanjut, pada tanggal 10 Desember 2025, DEWA melakukan buyback sebanyak 372,09 juta lembar saham dengan harga Rp430 per saham, yang setara dengan Rp159,99 miliar. Selanjutnya, pada tanggal 6 Januari 2026, perusahaan kembali melakukan buyback terhadap 418,6 juta lembar saham dengan harga Rp645, menghabiskan anggaran sekitar Rp269,99 miliar.
Analisis Strategi Buyback Saham oleh DEWA
Dengan melaksanakan buyback, DEWA telah mengakumulasi sekitar 45,2 persen dari total saham yang ada. Hal ini menunjukkan upaya perusahaan untuk mengontrol jumlah saham yang beredar di pasar serta meningkatkan nilai saham bagi para pemegang saham yang tersisa.
Perusahaan masih tersisa dana buyback sebanyak Rp520,01 miliar, dari alokasi awal sebesar Rp950 miliar. Rencana ini adalah langkah strategis untuk menjaga kesehatan keuangan dan memperbaiki citra perusahaan di mata investor.
Sebelum pelaksanaan buyback, DEWA telah mengedepankan pentingnya kebijakan ini dalam konteks pasar yang berfluktuasi. Setiap langkah diawasi secara ketat agar keputusan yang diambil menguntungkan dalam jangka panjang.
Regulasi Terkait Buyback Saham di Pasar Modal
Tindakan buyback yang dilakukan oleh DEWA berlandaskan pada Pasal 12 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 13 Tahun 2023. Regulasi ini mengatur kebijakan yang bertujuan menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada waktu-waktu yang penuh ketidakpastian.
Regulasi tersebut memberikan panduan penting agar perusahaan publik tidak kehilangan arah dalam proses pengelolaan sahamnya. Ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan pasar modal yang stabil dan terintegrasi.
Dalam menyikapi situasi tersebut, banyak emiten memilih untuk melakukan buyback sebagai salah satu strategi untuk melindungi nilai investasinya. Hal ini tidak hanya membantu perusahaan itu sendiri, tetapi juga memberi dampak positif bagi seluruh ekosistem pasar modal.
Prospek Masa Depan untuk PT Darma Henwa
Melihat langkah-langkah yang diambil oleh DEWA, ada tanda-tanda optimisme untuk kinerja masa depan perusahaan. Jika kondisi pasar berangsur membaik, potensi untuk mengoptimalkan pertumbuhan akan semakin terbuka lebar.
Perusahaan berencana untuk menggunakan sisa dana buyback dengan bijak, agar dapat dimanfaatkan pada saat yang paling tepat. Hal ini menunjukkan bahwa DEWA tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga mencerminkan pemikiran jangka panjang.
Dari sisi investor, langkah buyback ini juga memberi sinyal bahwa DEWA berkomitmen untuk mengelola dan memaksimalkan nilai sahamnya. Ini menciptakan kepercayaan yang lebih besar di kalangan investor yang berpeluang untuk berinvestasi lebih lanjut.
