Bos Kartu Buka Danantara! Ini yang Menyebabkan Sport Tourism RI Sulit Maju

Bos Kartu Buka Danantara! Ini yang Menyebabkan Sport Tourism RI Sulit Maju

Indonesia kini dihadapkan pada tantangan besar dalam mengembangkan sektor pariwisata olahraga, yang kerap kali terabaikan. Meskipun memiliki potensi yang besar, negara ini tampaknya tertinggal dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura dalam mengeksplorasi peluang tersebut.

Berdasarkan pernyataan COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Dony Oskaria, kurangnya regulasi serta minimnya dukungan pemerintah menjadi faktor utama yang membuat Indonesia mengalami kesulitan dalam bersaing. Ketidakpastian dalam kebijakan ini tidak hanya mempengaruhi pelaksanaan acara, tetapi juga kelangsungan dan pertumbuhan perekonomian lokal.

Dalam situasi seperti ini, banyak negara lain telah menunjukkan bagaimana kebijakan yang ketat bisa mendukung keberlanjutan acara olahraga. Dengan adanya intervensi kuat dari pemerintah, negara-negara tersebut berhasil menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pengembangan sport tourism.

Pentingnya Regulasi dalam Pengembangan Pariwisata Olahraga di Indonesia

Regulasi yang jelas sangat diperlukan untuk menciptakan kestabilan dalam sektor pariwisata olahraga. Dony Oskaria menekankan, kebijakan yang ketat dapat menjaga biaya yang dikeluarkan selama acara, termasuk akomodasi, agar tidak melambung tinggi. Tanpa adanya kebijakan tersebut, masyarakat dan pelaku wisata bisa mengalami kerugian yang signifikan.

Satu contoh yang diambil adalah Mandalika, di mana kurangnya kebijakan yang tegas menyebabkan harga akomodasi meningkat secara drastis saat ada acara besar. Hal ini tentu saja berdampak negatif pada keberlangsungan acara tersebut di masa mendatang. Dengan demikian, intervensi pemerintah dibutuhkan untuk menetapkan batasan harga yang wajar selama pelaksanaan berbagai acara.

Dony juga menyoroti praktik di negara lain yang membatasi harga kamar selama acara, memastikan bahwa kenaikan harga tidak lebih dari dua sampai dua setengah kali lipat dari harga normal. Kebijakan semacam ini menciptakan rasa aman bagi wisatawan dan mendukung keberlanjutan acara.

Dukungan Pemerintah untuk Menarik Wisatawan Internasional

Pemerintah di banyak negara berinvestasi besar-besaran dalam biaya lisensi untuk mendukung acara olahraga internasional. Keputusan ini diambil karena manfaat yang dihasilkan dari acara tersebut umumnya lebih besar untuk negara daripada untuk penyelenggara acara. Hal ini menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan bagi ekonomi lokal.

Indonesia seharusnya mengambil pelajaran dari praktik terbaik tersebut. Tanpa dukungan seperti itu, negara ini akan kesulitan menarik minat wisatawan internasional dan berpotensi kehilangan peluang pertumbuhan. Bagi banyak negara, pariwisata olahraga bukan sekadar acara, tetapi merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi.

Dony menegaskan bahwa tanpa adanya intervensi pemerintah yang kuat, Indonesia akan kehilangan daya saingnya dan warga negara akan cenderung berwisata ke negara-negara tetangga yang menawarkan lebih banyak insentif. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah sangat diperlukan agar Indonesia tidak tertinggal lebih jauh.

Peran Strategis Sport Tourism dalam Ekonomi Nasional

Sport tourism berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam perekonomian nasional di Indonesia. Dengan memperhatikan berbagai manfaat yang bisa dihasilkan, pemerintah diharapkan lebih fokus pada pengembangan sektor ini. Hal ini termasuk dalam perencanaan kebijakan yang terintegrasi dengan aspek pertumbuhan ekonomi lainnya.

Harus ada komitmen jelas dari pemerintah untuk menjadikan sport tourism sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui kebijakan yang berfokus pada pengembangan dan ketahanan sport tourism, negara ini dapat menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan lokal.

Dalam hal ini, kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara acara, dan sektor swasta menjadi sangat penting. Sinergi antara semua pihak ini akan memperkuat fondasi bagi tumbuhnya industri pariwisata olahraga di Indonesia, serta meningkatkan daya saing di tingkat internasional.