slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Bidik Membangun 150.000 Rumah Rendah Emisi pada 2029

Bidik Membangun 150.000 Rumah Rendah Emisi pada 2029

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sedang bergerak maju untuk mencapai target ambisius dalam pembangunan rumah rendah emisi (RRE) yang ramah lingkungan. Dengan visi untuk mendanai 150.000 unit RRE hingga tahun 2029, bank ini berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari roadmap yang dicanangkan untuk sektor perumahan beremisi rendah. Program ini bukan hanya sekedar kebijakan; ini adalah bagian dari misi untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

BTN berharap bahwa dengan skema ini, jumlah rumah yang dibangun bisa mencapai 200.000 unit pada tahun 2030. Proyek ini telah dimulai sejak kuartal IV 2024 dan menunjukkan perkembangan positif dalam hal implementasi teknologi hijau dan efisiensi sumber daya.

“Sampai 2029 harapannya kita mau membangun 150 ribu unit rumah rendah emisi. Sampai 2030 kita expect 200 ribu unit rumah rendah emisi,” tambah Setiyo dalam sebuah pertemuan media di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara.

Material yang digunakan dalam pembangunan RRE sangat penting, karena rumah-rumah ini dirancang dengan efisiensi energi, pengolahan air, serta pengelolaan dan pengurangan sampah. Dengan demikian, upaya BTN tidak hanya berkontribusi terhadap jumlah unit yang dibangun tetapi juga terhadap lingkungan.

Mengukur Dampak Lingkungan dari Proyek RRE BTN

Keberhasilan proyek ini dapat diukur dari dampaknya terhadap lingkungan. Di tahun 2025, BTN telah membiayai 11.412 unit RRE, yang sama saja dengan menanam 2.627 pohon atau pengurangan emisi CO2 sebesar 157,6 ton. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berfokus pada profit, BTN tetap menjaga komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

“Tahun lalu ya 2025 kita sudah menyelesaikan 11 ribu unit rumah atau equal dengan kita nanam 2.627 pohon per tahun. Anda bayangin, lumayan, at least bisnisnya jalan tapi seimbang juga dengan keberlanjutan lingkungan,” jelas Setiyo lebih lanjut.

Rata-rata biaya pembiayaan untuk setiap unit RRE berkisar Rp200 juta. Ini membuat total portofolio RRE BTN mencapai sekitar Rp2,28 triliun. Dengan angka tersebut, BTN menunjukkan bahwa investasi dalam pembangunan berkelanjutan adalah keputusan yang tidak hanya etis tetapi juga finansial.

Pentingnya Investasi dalam Infrastruktur Berkelanjutan

Investasi dalam infrastruktur berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga menjadi domain bagi sektor swasta. BTN, sebagai institusi keuangan, memainkan peran kunci dalam mengarahkan dana untuk proyek-proyek yang bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Pembangunan infrastruktur berkelanjutan memerlukan kolaborasi yang erat antara semua pemangku kepentingan, termasuk developer, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kerjasama ini, maka program akan lebih efektif dan berdampak luas.

Seiring dengan keberlanjutan program RRE, BTN berkomitmen untuk terus berinovasi dan mencari solusi baru dalam pembangunan rumah yang lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan trend global yang semakin menyuarakan pentingnya keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan.

Strategi BTN untuk Mencapai Target RRE

Untuk mencapai target ambisius tersebut, BTN memiliki berbagai strategi yang terencana. Salah satunya adalah memperkuat jaringan kerjasama dengan para pengembang yang mempunyai visi sejalan. Dengan cara ini, BTN dapat memastikan bahwa setiap proyek yang dibiayai memenuhi standar efisiensi dan kelestarian yang ditetapkan.

Selain itu, edukasi bagi konsumen mengenai pentingnya memilih rumah yang ramah lingkungan juga sangat diperhatikan. BTN percaya bahwa masyarakat harus diberdayakan untuk mengerti betapa pentingnya memiliki rumah yang bukan hanya nyaman tetapi juga berkelanjutan.

BTN juga terus memantau dan mengevaluasi setiap proyek yang didanai untuk memastikan bahwa semua aspek lingkungan dilakukan sesuai rencana. Ini akan membantu dalam memitigasi risiko yang mungkin muncul akibat perubahan kebijakan atau faktor eksternal lainnya.

Mendorong Kesadaran akan Keberlanjutan di Masyarakat

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, BTN bertekad untuk menjadi pelopor dalam setiap inisiatif yang mereka lakukan. Peningkatan kesadaran ini sangat penting agar masyarakat memahami nilai dari rumah rendah emisi yang dibangun.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi juga menjadi bagian dari kampanye BTN untuk mendorong masyarakat lebih mengenal berbagai manfaat dari RRE. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta permintaan yang lebih besar untuk rumah-rumah yang ramah lingkungan.

Sejalan dengan itu, BTN juga berharap bisa berkontribusi dalam mendidik dan mendorong para pemangku kepentingan lain untuk bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya akan bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.