Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) kembali dilaksanakan untuk tahun 2026. Kali ini, survei ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen dari OJK menyatakan bahwa SNLIK merupakan fondasi utama dalam melaksanakan program literasi dan inklusi keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam program ini, OJK menargetkan literasi keuangan mencapai 67,46% pada tahun 2026, meningkat dari 66,46% tahun lalu. Sementara itu, inklusi keuangan diharap naik dari 80% pada tahun 2025 menjadi 83% di tahun 2026.
Pentingnya Sinergi Antara OJK, LPS, dan BPS Dalam SNLIK
Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, menjelaskan bahwa kolaborasi antara OJK, LPS, dan BPS akan memberikan dampak signifikan dalam pelaksanaan survei tahun ini. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan jumlah data tetapi juga kualitas hasil survei.
Untuk pertama kalinya, LPS terlibat secara langsung dalam SNLIK. Kerja sama ini sesuai dengan UU PPSK, yang mendorong partisipasi berbagai lembaga untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di masyarakat.
Survei ini juga akan menyediakan data literasi dan inklusi keuangan di tingkat provinsi. Hal ini penting agar masing-masing provinsi bisa memahami posisi mereka dan berkontribusi terhadap upaya peningkatan literasi keuangan di daerah mereka.
Peningkatan Jumlah Responden Memperkuat Akurasi Data
Menurut Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, tahun ini terdapat peningkatan yang signifikan dalam jumlah responden. Responden yang terlibat dalam survei meningkat dari 10.000 menjadi 75.000, yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas data yang diperoleh.
Anggito menjelaskan bahwa dengan memperluas jumlah responden, analisis data dapat dilakukan lebih mendalam hingga mencapai hasil di tingkat provinsi. Ini memungkinkan kebijakan yang lebih tepat untuk dijalankan berdasarkan karakteristik masyarakat di berbagai daerah.
LPS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif ini, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak responden di tahun-tahun mendatang. Ini akan membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan literasi keuangan nasional.
Peran BPS Dalam Memfasilitasi Kolaborasi yang Produktif
Amalia juga memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang kuat antara BPS, OJK, dan LPS. Dengan melibatkan lebih banyak responden, data yang dihasilkan akan lebih representatif dan dapat diandalkan dalam mengevaluasi tingkat literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.
Tahun 2026 adalah tahun yang penting bagi survei ini karena kerjasama yang lebih luas antara lembaga-lembaga tersebut meningkatkan bagaimana data digunakan untuk kebijakan publik. Dengan begitu, harapan untuk mencapai target tingkat literasi dan inklusi keuangan dapat lebih terukur.
Amalia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan respons positif dalam proses pendataan. Keterbukaan responden sangat krusial demi meningkatkan kualitas data yang dihasilkan dan memastikan akurasi dalam laporan akhir.
Target Pemerintah untuk Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan
Pemerintah memiliki target ambisius untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) 2025-2029 mencapai 69,35%. Ini menunjukkan komitmen yang jelas untuk mengedukasi masyarakat tentang keuangan sesuai dengan perkembangan zaman.
Untuk inklusi keuangan, pemerintah menargetkan angka mencapai 93% pada tahun 2029. Proyeksi ini mencerminkan harapan bahwa lebih banyak masyarakat akan memiliki akses dan pemahaman yang baik tentang layanan keuangan yang tersedia.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia diprediksi mencapai 80,51%. Sementara itu, tingkat literasi diperkirakan berada pada kisaran 66,46% hingga 66,64%, mencerminkan perlunya program lanjutan untuk meningkatkan angka-angka tersebut.
