slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Pasar Tenang, IHSG Menguat Pesat

Pasar Tenang, IHSG Menguat Pesat

Pada hari perdagangan yang penuh volatilitas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa mengesankan setelah sempat berada dalam tekanan. Indeks ini berhasil ditutup dengan kenaikan signifikan sebesar 199,87 poin atau 2,52%, mencapai level 8.122,6 setelah melalui perjalanan yang cukup menantang di awal perdagangan.

Meskipun indeks dibuka dengan penurunan 0,43% ke level 7.888,77, tekanan jual awal menyebabkan IHSG terperosok lebih dalam hingga mencapai koreksi 2,07% di level 7.758,46. Namun, setelah itu, IHSG mulai pulih dan menunjukkan tanda-tanda penguatan, bahkan berhasil merangkak ke zona positif di penghujung sesi perdagangan.

Pukul 10.44 WIB, IHSG terlihat bangkit dengan kenaikan 1,07% ke level 8.007,65, memotong kerugian yang cukup signifikan dari titik terendah awal. Tren positif ini berlanjut dan pada akhir sesi pertama, IHSG ditutup dengan kenaikan 1,57% atau 124,49 poin, bertengger di level 8.047,22.

Menganalisis Sektor-sektor yang Berkontribusi Terhadap Kenaikan IHSG

Salah satu faktor penting yang memengaruhi gerakan IHSG adalah kinerja sektor-sektor yang berbeda. Dari data yang ada, hanya dua sektor yang mencatatkan penurunan, yaitu sektor utilitas yang turun 0,9% dan konsumer non-primer yang berkurang 0,35%. Di sisi lain, sektor bahan baku muncul sebagai pemenang dengan lonjakan 5,8% dalam performa hari ini.

Sektor properti mengikuti dengan penguatan 4,86%, sedangkan sektor energi dan industri masing-masing naik 2,86% dan 2,84%. Keberagaman ini menunjukkan bagaimana dinamika sektor yang berbeda dapat memengaruhi keseluruhan indikator pasar.

DCI Indonesia (DCII) terbukti menjadi penggerak utama dalam pertumbuhan IHSG hari ini. Dengan kontribusi sebesar 23,12 poin indeks, DCII mengalami lonjakan harga sebesar 11,8% ke level 220.250, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap emiten ini.

Pemicu Utama Kenaikan dan Penurunan Saham di Pasar Modal

Tidak semua saham mencatatkan performa baik. Beberapa saham seperti MD Entertainment (FILM) tertekan hingga menyentuh batas auto reject bawah, berkontribusi negatif dengan penurunan 14,55 poin pada IHSG. Saham lain yang juga mengalami penurunan adalah Mora Telematika Indonesia (MORA), yang menyeret indeks sebesar 12,17 poin ke bawah.

Saham Barito Renewables Energy (BREN) dan Bank Central Asia (BBCA) juga memberikan tekanan pada indeks, masing-masing memberikan sumbangan negatif sebesar 6,48 dan 4,74 poin. Penurunan ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi investor yang berpengaruh terhadap fluktuasi pasar secara keseluruhan.

Namun, meskipun ada penurunan pada saham-saham tertentu, IHSG tetap bertahan di jalur positif berkat penguatan dari beberapa emiten besar dan sektor-sektor tertentu yang mendapatkan perhatian positif dari investor.

Aliran Dana Asing yang Mulai Masuk Kembali ke Pasar Modal

Seiring dengan penguatan IHSG, aliran dana asing kembali menunjukkan tanda-tanda positif. Pada sesi pertama, total aliran dana asing mencatatkan angka inflow mencapai Rp 5,2 triliun, dengan foreign buy yang seimbang dengan foreign sell di level serupa. Hal ini menunjukkan minat yang kuat dari investor asing untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Bumi Resources (BUMI) menjadi saham yang paling banyak diminati asing dengan nilai investasi mencapai Rp 402 miliar. Diikuti oleh Darma Henwa (DEWA) dengan nilai Rp 171,9 miliar, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar Rp 85,7 miliar. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap prospek emiten-emiten ini di pasar.

Lebih lanjut, saham emiten lain seperti Bukit Uluwatu Villa (BUVA) dan Rukun Raharja (RAJA) juga menarik perhatian dengan masing-masing mencatatkan net buy sekitar Rp 85,7 miliar dan Rp 85,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa investor asing tidak hanya fokus pada perusahaan-perusahaan besar tetapi juga pada emiten yang lebih kecil dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.

Dalam konteks ini, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal menyatakan bahwa adanya kehadiran investor asing yang terus meningkat adalah sinyal positif bagi pasar. Ia menambahkan, “Asing sudah mulai masuk ke pasar kita dan mulai menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap rencana strategis yang diluncurkan pemerintah untuk mendorong reformasi dan integritas dalam sektor ekonomi.”

Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme yang lebih luas terhadap kebijakan dan arah ekonomi Indonesia ke depan. Dengan momentum ini, tidak hanya IHSG yang akan tumbuh, tetapi juga kepercayaan pasar terhadap hasil kebijakan pemerintah di masa mendatang.