slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Rosan Blak-Blakan, Permintaan Data Investor Saham Asing di Bawah 5% Terungkap

Rosan Blak-Blakan, Permintaan Data Investor Saham Asing di Bawah 5% Terungkap

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, baru-baru ini mengungkapkan harapan besar dari investor asing terkait perkembangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu harapan tersebut adalah peningkatan transparansi dengan keterbukaan data investor yang lebih luas.

Rosan menjelaskan bahwa langkah reformasi yang diambil oleh regulator bursa telah mendapat apresiasi positif dari kalangan investor asing. Momen ini menjadi penting, terutama ketika pembicaraan menyangkut perubahan aturan terkait batas minimal saham publik atau free float, yang diusulkan untuk diubah dari 7,5% menjadi 15%.

Dalam pernyataannya, Rosan mengungkapkan bahwa investor asing menginginkan akses data kepemilikan yang lebih fleksibel. Saat ini, informasi yang perlu diungkap adalah bagi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%, namun mereka berharap batas tersebut bisa diturunkan, sehingga informasi lebih transparan untuk semua pihak.

Rencana Perubahan Aturan di Bursa Efek Indonesia

Rosan mengacu pada regulasi saat ini yang berasal dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024. Peraturan ini mengatur agar setiap orang yang memiliki saham dengan hak suara minimal 5% harus melaporkan kepemilikan mereka kepada OJK.

Dia juga menambahkan bahwa beberapa negara, seperti India, membuka akses data investor di rentang batas yang jauh lebih rendah, yakni 1%. Ini mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjadi lebih kompetitif dengan membuka data di kisaran yang lebih rendah.

Kepada media, Rosan menjelaskan, “Mereka meminta agar batas 5% diturunkan, karena fokus utama diskusi kita selama ini lebih pada masalah floating.” Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan investor asing di pasar modal.

Manfaat Keterbukaan Data Bagi Investor

Rosan percaya bahwa dengan menurunkan batas keterbukaan data, akan ada pengurangan potensi tindakan spekulatif di pasar. “Aksi penciptaan harga yang semu akan jauh lebih sulit,” ujarnya, menunjukkan bahwa transparansi akan memberikan kejelasan kepada semua pemangku kepentingan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia akan semakin meningkat. Menteri Investasi ini juga menyatakan bahwa reformasi yang dilakukan dalam struktur pasar modal telah memberikan respons positif dari investor asing.

“Investasi yang percaya dan keberanian untuk bertransaksi merupakan kunci utama,” lanjut Rosan, menggambarkan optimisme terhadap masa depan bursa. Hal ini tentu sangat berdampak positif, terutama di tengah tantangan yang ada di pasar global.

Reaksi Pasar dan Prognosis Ke Depan

Berdasarkan pengamatan Rosan, dia optimis bahwa pasar modal Indonesia akan mengalami rebound setelah perbaikan ini dilakukan. “Insya Allah pasar kita akan kembali bergairah mulai Senin dan seterusnya,” ujarnya penuh harap.

Proses pemulihan bursa diharapkan dapat memicu kenaikan minat investasi dari dalam dan luar negeri. Dengan adanya reformasi seperti ini, diharapkan tujuan jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat investasi bisa tercapai.

Melihat tren saat ini, Rosan menekankan bagaimana perbaikan kebijakan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan stabil. Hal ini sangat penting untuk menarik investor baru serta mempertahankan yang sudah ada.