slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

IHSG Perkecil Penurunan, Sesi I Anjlok 0,6% ke Angka 8.921

IHSG Perkecil Penurunan, Sesi I Anjlok 0,6% ke Angka 8.921

Jakarta tengah mengalami dinamika yang cukup menarik di pasar saham, khususnya terkait dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Selasa, 27 Januari 2026, IHSG terlihat melakukan penyesuaian setelah sempat mengalami penurunan yang signifikan.

Setelah turun 1,13% dalam sepuluh menit awal perdagangan, IHSG berhasil menutup hari dengan pelemahan sebesar 53,67 poin atau turun 0,60% ke level 8.921,66. Data ini menunjukkan bahwa situasi perdagangan di bursa saham Indonesia tetap penuh tantangan, dengan pelaku pasar berusaha merespons situasi yang ada.

Kondisi pasar terlihat cukup berbeda dengan adanya 441 saham yang mengalami penurunan, sementara 232 saham berhasil naik, dan 130 saham lainnya tetap tidak bergerak. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 15,11 triliun, melibatkan 33,24 miliar saham dalam 2,08 juta kali transaksi.

Analisis Sektor Perdagangan di Pasar Saham Indonesia

Sektor perdagangan di Indonesia saat ini menunjukkan kecenderungan negatif, dengan sebagian besar sektor mencatatkan koreksi. Sektor konsumer primer, properti, dan barang baku menjadi yang paling terdampak, sedangkan infrastruktur dan energi justru menunjukkan tanda-tanda apresiasi.

Pada hari ini, emiten blue chip menghadapi tekanan yang cukup besar. Saham Astra International, misalnya, mencatatkan penurunan sebesar 5,82% ke level Rp 6.475 per saham, memberikan kontribusi negatif yang signifikan terhadap indeks.

Selanjutnya, Bank Central Asia juga tak luput dari aksi jual yang intensif. Saham BBCA tercatat turun 1,63% menjadi Rp 7.525 per saham, berkontribusi kekurangan 11,84 poin kepada indeks.

Kondisi Pasar Menjelang Pengumuman Kebijakan Moneter

Memasuki pekan kedua perdagangan, pasar keuangan domestik berada dalam keadaan sensitivitas tinggi. Ini disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor dari dalam negeri, seperti arah kebijakan moneter yang dibahas di tingkat pemerintah dan independensi Bank Indonesia ke depan.

Investor juga diperhadapkan dengan berbagai sentimen eksternal yang berpengaruh, seperti rapat Federal Open Market Committee (FOMC) oleh The Federal Reserve. Dinamika kebijakan energi Uni Eropa dan laporan data perumahan di Amerika Serikat juga diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap pergerakan pasar hari ini.

Ada juga rencana konferensi pers dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang sangat dinanti-nanti. Narasumber utama yang akan hadir di antaranya Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia, menunjukkan betapa pentingnya stik ini untuk memberikan panduan kepada investor.

Pentingnya Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan

Konferensi pers hari ini dianggap penting untuk menyoroti kondisi ekonomi dan arah kebijakan yang diharapkan oleh pelaku pasar. Masyarakat dan investor sangat berharap akan ada pengarahan yang jelas terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Di tengah ketidakpastian yang meningkat, arah kebijakan moneter dan fiscal menjadi perhatian utama. Banyak pihak berharap agar rapat tersebut dapat memberikan sinyal positif untuk mendorong pergerakan positif di pasar keuangan.

Ini adalah momen krusial bagi investor untuk memahami lebih jauh apa yang mungkin akan dirumuskan oleh pemangku kebijakan. Apakah akan ada langkah-langkah baru yang dapat mendorong sentimen positif di pasar?

Menunggu Hasil Rapat FOMC dan Dampaknya pada Pasar Global

Sementara itu, rapat Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari dimulai pada hari yang sama, menjadi sorotan bagi pelaku pasar. Keputusan suku bunga dan pernyataan kebijakan baru akan diumumkan pada hari berikutnya, yang akan sangat mempengaruhi berbagai aset di pasar global.

Pasar global menanti dengan penuh harapan hasil dari pertemuan ini, yang diyakini dapat menjadi acuan bagi arah dolar AS, yield US Treasury, dan selera risiko di pasar negara berkembang. Para analis berbagi pendapat bahwa hasil ini juga sangat penting bagi perekonomian Indonesia.

Menurut analisis terkini, CME FedWatch Tool menunjukkan kemungkinan besar bahwa suku bunga AS akan ditahan. Peluang penahanan suku bunga di level 3,50%-3,75% mencapai 97,2%, sementara ada sedikit kemungkinan untuk pemangkasan suku bunga.