Bursa saham Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada hari Jumat, 16 Januari 2025, di tengah optimisme yang mengemuka setelah laporan laba dari raksasa semikonduktor Taiwan. Kenaikan kepercayaan pada sektor kecerdasan buatan (AI) tampaknya turut dipengaruhi oleh kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Taiwan yang baru saja ditandatangani.
Pembalikan performa saham AS yang sebelumnya mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut juga ikut berkontribusi. Selain itu, stabilnya harga minyak disertai dengan langkah Presiden Trump yang mengurangi tindakan militer terhadap Iran, memberikan dorongan positif bagi pasar saham global.
Saham di Bursa Saham Taiwan mengalami lonjakan sebesar 1,7 persen pada sesi perdagangan pagi setelah kesepakatan tersebut, yang termasuk pengurangan tarif barang dari Taiwan. Taiwan, sebagai kekuatan besar dalam industri pembuatan chip semikonduktor, menjadi pusat perhatian karena perannya yang krusial di kancah ekonomi global.
Investasi besar-besaran juga diproyeksikan, di mana perusahaan chip dan teknologi dari Taiwan berencana untuk menyuntikkan “investasi langsung baru dengan total setidaknya $250 miliar” di Amerika Serikat. Investasi ini ditujukan untuk memperluas kapasitas produksi di sektor-sektor termasuk semikonduktor lanjutan dan kecerdasan buatan.
Gambaran Umum Pergerakan Pasar Saham di Asia
Beberapa analis pasar telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa kegembiraan berlebihan terkait dengan teknologi AI bisa menjadi gelembung. Jika tidak diimbangi, hal ini berpotensi berujung pada penurunan tajam di pasar saham.
Namun, TSMC, penyedia chip kontrak terbesar di dunia, baru saja merilis laporan laba yang jauh melampaui ekspektasi. Hal ini dianggap sebagai indikator berlanjutnya permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan dan produk berbasis semikonduktor.
Saham TSMC di Wall Street melonjak 4,4 persen, dan pada hari Jumat, sahamnya naik 2,4 persen di Taipei. Analis pasar mencatat bahwa proyeksi belanja modal TSMC yang optimis meningkatkan keyakinan para investor yang khawatir akan ketahanan tren permintaan teknologi AI.
Tanggapan positif ini menunjukkan adanya keyakinan di kalangan investor bahwa dorongan belanja modal tidak hanya bersifat sementara, tetapi akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Dampak Kesepakatan Perdagangan terhadap Bursa Saham Taiwan
Kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua negara menunjukkan niat kuat untuk memperkuat hubungan, terutama di sektor teknologi dan manufaktur. Hal ini juga memberikan harapan bagi pertumbuhan ekonomi Taiwan di masa depan.
Kenaikan saham di bursa Taiwan membawa dampak positif bagi investor lokal dan memberikan sinyal bahwa pasar global sedang dalam tahap pemulihan. Keberhasilan TSMC dalam mendorong laba yang signifikan menunjukkan kebutuhan yang terus meningkat dalam dunia teknologi.
Meski demikian, para analis tetap memperingatkan risiko yang mungkin terjadi jika pemerintah AS melanjutkan kebijakan proteksionis. Jika hal ini terjadi, perusahaan-perusahaan semikonduktor yang tidak memproduksi di AS mungkin akan menghadapi tarif yang sangat tinggi, yang dapat mempengaruhi kondisi pasar secara keseluruhan.
Pasar global harus tetap waspada terhadap dinamika politik yang dapat mempengaruhi keputusan investasi, terutama di tengah ketegangan yang terus berlanjut di berbagai daerah, termasuk Timur Tengah.
Kondisi Harga Minyak dan Stabilitas Pasar Global
Harga minyak mentah menunjukkan kestabilan yang patut dicatat, terutama setelah Amerika Serikat mengurangi langkah-langkah militer di Iran. Penurunan ketegangan antara kedua negara dapat berkontribusi pada keberlanjutan harga minyak yang stabil di pasar internasional.
Kabar mengenai penghentian eksekusi di Iran ditafsir sebagai langkah untuk menurunkan ketegangan, yang pada gilirannya mempengaruhi harga komoditas di pasar global. Semua perkembangan ini memberikan kelegaan kepada investor yang khawatir akan dampak dari potensi konflik di kawasan tersebut.
Meski demikian, latar belakang geopolitik dapat berubah dengan cepat, dan keputusan lebih lanjut dari pemerintah AS dapat memicu fluktuasi harga kembali. Di samping itu, perkembangan di sektor logam mulia juga memperlihatkan stabilitas, karena pergerakan harga perak yang mulai pulih setelah penurunan signifikan.
Dengan semua faktor ini, pasar harus terus memantau situasi dan bersiap menghadapi potensi perubahan yang dapat mempengaruhi investasi dan ekonomi secara keseluruhan.
