Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang cukup menarik di sesi perdagangan terakhir. Investor asing mencatatkan aksi beli yang signifikan, yang memberikan angin segar bagi sejumlah sektor di bursa saham.
Dalam data yang dihimpun, terlihat bahwa aksi beli asing mencapai angka yang mengesankan, meningkatkan kepercayaan diri di pasar. Meningkatnya minat investasi asing ini dapat diartikan sebagai sinyal positif untuk pertumbuhan ekonomi domestik.
Saham-saham dari sektor komoditas dan pertambangan menjadi primadona dalam transaksi asing. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi sorotan dengan nilai pembelian yang signifikan, menunjukkan bahwa sektor ini masih diminati oleh investor luar negeri.
Pengaruh Positif Aksi Beli Asing di Pasar Modal
Data perdagangan menunjukkan bahwa selama sesi pertama, investor asing mencatat aksi beli bersih sebesar Rp2,5 triliun. Angka ini tidak termasuk transaksi yang kemungkinan besar terjadi di pasar negosiasi, yang konon menjadi pilihan bagi banyak pemain besar.
Setelah setengah hari perdagangan, total volume pembelian asing melonjak menjadi Rp4,7 triliun. Dengan total penjualan sekitar Rp2,2 triliun, hal ini menunjukkan optimisme di pasar, terutama di sektor-sektor yang berhubungan dengan komoditas.
Sektor tambang telah menjadi magnet bagi investor dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi salah satu yang paling banyak diborong. Dalam konteks ini, sektor nikel terbukti memberikan daya tarik tersendiri, sejalan dengan tren global.
Sektor Perbankan Juga Menarik Perhatian Investor
Tidak hanya sektor tambang, tetapi sektor perbankan juga menarik minat para investor asing. Sejumlah bank besar seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut mencatatkan pembelian signifikan.
Misalnya, PT Astra International mencatatkan nilai pembelian senilai Rp52,6 miliar. Sementara itu, PT Bank Mandiri tak kalah menarik dengan aksi beli sebesar Rp17,7 miliar dari investor asing, menunjukkan kepercayaan mereka terhadap stabilitas sektor perbankan.
Sektor ini mencerminkan pertumbuhan yang baik, seiring dengan pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Meskipun ada aksi ambil untung dari pihak asing, aliran investasi jangka panjang tetap menjadi fokus pasar.
Aksi Ambil Untung Anak Usaha dan Dampaknya
Meskipun terjadi pembelian, investor asing juga tidak ketinggalan melakukan aksi ambil untung. Sejumlah saham di sektor perbankan dan energi terlihat mengalami penjualan yang signifikan.
Contohnya, PT Dewa United Tractors Tbk (DEWA) mencatatkan nilai jual asing tertinggi, senilai Rp73 miliar. Selain itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) merekam aksi jual sebesar Rp58,9 miliar, yang menunjukkan bahwa investor cerdas mengambil langkah strategis di tengah volatilitas pasar.
Beralih ke sektor perbankan, saham-saham besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tak lepas dari aksi jual asing. Masing-masing mencatatkan tekanan jual sekitar Rp50,7 miliar dan Rp50 miliar yang perlu diwaspadai oleh investor lokal.
