Pada tahun 1990, cerita Sayat, seorang marbot masjid berusia 72 tahun dan juga tukang becak, mengubah nasibnya secara drastis. Dengan keberuntungan yang tak terduga, ia memenangkan undian Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) dan mendadak menjadi miliarder dalam sekejap.
Usahanya untuk memperbaiki perekonomian telah membuahkan hasil berkat nomor kupon yang dibeli. Saat pengumuman pemenang SDSB di radio pemerintah, Sayat tidak percaya ketika mendengar nomor kuponnya disebutkan.
“Delapan, empat, sembilan, tiga, tujuh, dan terakhir sembilan!” seru penyiar yang membacakan hasil undian. Sayat pun dinyatakan sebagai salah satu pemenang yang berhasil membawa pulang hadiah Rp1 miliar dari pemerintah.
Kejutan yang Mengubah Hidup Sayat
Menang di undian SDSB adalah peristiwa yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Selama hidupnya, Sayat berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berprofesi sebagai marbot masjid dan tukang becak. Kemenangan ini memberikan harapan baru bagi dirinya dan keluarganya.
Pada tahun 1990, uang Rp1 miliar memiliki nilai yang sangat signifikan. Dengan jumlah tersebut, Sayat dapat membeli 12 rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta, yang harga per unitnya saat itu hanya sekitar Rp80 juta. Ini adalah bukti nyata bahwa hidupnya telah berubah 180 derajat.
Berdasarkan penghitungan yang lebih mendalam, jika Sayat menjadikan emas sebagai investasi, ia dapat membeli 50 kg emas dengan jumlah yang sama. Ini menunjukan nilai konversi uang yang luar biasa jika dibandingkan dengan harga emas saat ini.
Perjalanan Hidup Sebelum Menjadi Miliarder
Meski kini menjadi miliarder, perjalanan Sayat menuju kesuksesan tidaklah mudah. Ia lahir pada tahun 1917 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai tentara sebelum beralih menjadi marbot masjid dan tukang becak. Pengalaman ini membentuk karakter dan jiwa pantang menyerah dalam dirinya.
Saat masih aktif sebagai tentara, Sayat terlibat dalam berbagai operasi militer di daerah Magelang. Momen-momen tersebut mengajarkan banyak hal tentang ketahanan dan semangat juang. Namun, meskipun berlatih keras, kehidupan setelah pensiun tetap tidak menguntungkan bagi keluarga Sayat.
Meskipun banyak usaha telah dilakukan, tetap ada kegelisahan di dalam hati Sayat. Ia merasa terjebak dalam lingkaran kemiskinan meskipun telah berjuang selama bertahun-tahun. Mengelola keuangan menjadi tantangan tersendiri, dan setiap bulan harus berjuang untuk membayar sewa rumah.
Strategi Memilih Kupon Undian SDSB
Salah satu cara yang dianggap Sayat dapat mengubah nasibnya adalah dengan membeli kupon SDSB. Program ini merupakan inisiatif pemerintah yang menawarkan peluang bagi rakyat untuk mendapatkan hadiah besar dengan membeli kupon seharga Rp1.000 sampai puluhan ribu di berbagai titik.
Uang dari penjualan kupon digunakan untuk modal pembangunan, dan dalam sistem tersebut masyarakat berkesempatan meraih hadiah miliaran dari pemerintah. Meskipun peluang untuk menang sangat kecil, Sayat tetap optimis setiap kali membeli kupon.
Dengan menyisihkan uang untuk kupon SDSB, Sayat akhirnya mendapatkan momen keberuntungannya. Kemenangan ini bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga terwujud dalam harapan baru untuk keluarganya yang selama ini hidup dalam kemiskinan.
Dampak Kemenangan dan Rencana Masa Depan
Setelah memenangkan undian, Sayat segera merencanakan pemanfaatan uangnya. Mengingat latar belakang kehidupannya, ia ingin membeli rumah untuk keluarga serta menyisihkan uang untuk renovasi masjid yang dijaganya. Ini adalah bentuk keterikatan emosionalnya terhadap tempat yang telah menjadi bagian dari hidupnya.
Sekitar Rp5 juta juga dia niatkan untuk disumbangkan kepada para pedagang asongan, sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang didapatnya. Ini membuktikan bahwa meskipun sudah kaya, Sayat tidak melupakan tanggung jawab sosial terhadap orang lain.
Selain itu, dia juga berkomitmen untuk menyimpan sebagian dari uang tersebut untuk masa depan anak cucunya. Sayat berharap agar perubahan nasib ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi generasi mendatang—bahwa harapan dan usaha tidak pernah sia-sia.
Kisah Sayat menunjukkan bagaimana sesungguhnya keberuntungan bisa menghampiri siapa saja, di mana pun dan kapan pun. Seringkali, pekerjaan keras dan pengorbanan tidak langsung membuahkan hasil, namun dengan sedikit keberuntungan, segalanya bisa berubah dalam sekejap.
Namun, tidak banyak yang bisa seberuntung Sayat, dan kisahnya tetap tertulis di dalam sejarah sebagai fenomena unik selama era pemerintah Presiden Soeharto. Kini, hukum yang lebih ketat mengenai perjudian menjadikan pengalaman Sayat sebagai pelajaran berharga bagi generasi mendatang.
