Pola pikir yang berbeda sering menjadi kunci kesuksesan seseorang dalam mencapai kekayaan. Dalam perjalanan menuju status finansial yang lebih baik, sangat penting untuk memahami kebiasaan yang membedakan orang kaya dari yang lainnya.
Studi yang dilakukan oleh Tom Corley, seorang akuntan dan penulis, menggambarkan perilaku dan pola pikir lebih dari dua ratus jutawan. Mereka memiliki berbagai latar belakang, namun memiliki satu kesamaan: pendapatan tahunan yang tinggi dan kebiasaan pengeluaran yang cermat.
Corley menemukan bahwa banyak dari mereka mengurangi pengeluaran untuk barang-barang tertentu, yang secara signifikan berkontribusi pada akumulasi kekayaan mereka. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dihindari oleh para individu kaya.
Kenapa Orang Kaya Menghindari Makanan Olahan dan Kemasan?
Banyak orang kaya memilih untuk menjaga kesehatan mereka dengan menghindari makanan olahan berkualitas rendah. Mereka cenderung memilih makanan organik atau sehat, yang bebas dari bahan pengawet.
Tom Corley mencatat bahwa mereka sering mengunjungi pasar petani dan toko bahan makanan terkemuka untuk menemukan produk segar dan berkualitas. Dari pilihan ini, mereka tidak hanya berinvestasi dalam kesehatan, tetapi juga dalam kualitas hidup yang lebih baik.
Investasi dalam Barang Berkualitas Tinggi
Ketika berbicara tentang mode atau perabotan, miliarder lebih suka berinvestasi dalam barang-barang yang berkualitas. Mereka menolak untuk terpengaruh oleh tren fesyen yang cepat dan memilih barang yang tahan lama.
Meskipun harga barang berkualitas lebih tinggi, mereka percaya bahwa ini adalah keputusan yang bijak. Membeli barang yang awet menghindarkan mereka dari pengeluaran berulang untuk mengganti produk yang cepat rusak.
Pentingnya Memilih Mengganti, Bukan Memperbaiki
Banyak orang kaya lebih memilih untuk membeli barang baru daripada mengeluarkan uang untuk perbaikan. Misalnya, jika atap rumah atau mesin cuci mereka rusak, mereka akan lebih suka menggantinya dengan yang baru.
Keputusan ini sering didasarkan pada pertimbangan bahwa barang baru lebih andal dan tahan lama dibanding barang yang diperbaiki. Ini memberikan mereka ketenangan pikiran, karena mereka tidak perlu khawatir tentang masalah yang muncul di masa depan.
Mengapa Menyewa Tenaga Profesional Lebih Disarankan?
Di bidang perawatan taman, banyak orang kaya memilih untuk menyewa tenaga profesional daripada melakukan pekerjaan itu sendiri. Dengan menyewa penata taman, mereka bisa menghemat waktu dan lebih fokus pada aktivitas yang lebih produktif.
Ini juga berpotensi mengurangi pengeluaran lain untuk memperbaiki alat perawatan taman yang sudah usang. Dengan cara ini, mereka dapat memanfaatkan waktu yang berharga untuk bersantai atau menjelajahi hobi baru.
Menentang Praktik Perjudian dan Lotere
Hampir semua miliarder memilih untuk tidak menghabiskan uang pada tiket lotre atau perjudian. Mereka menyadari bahwa peluang untuk menang sangat kecil, sehingga mereka lebih suka menginvestasikan uang mereka pada aset yang lebih produktif.
Corley mencatat bahwa kebiasaan ini tidak hanya berlaku untuk diri mereka sendiri, tetapi juga mendorong orang-orang di sekitar mereka untuk menjauh dari perjudian. Sebagai gantinya, mereka lebih suka mengalihkan dana untuk investasi atau menabung.
Mengontrol Nafsu Belanja untuk Menuju Kebebasan Finansial
Orang kaya memiliki keterampilan yang hebat dalam mengendalikan impuls belanja. Mereka memahami bahwa belanja secara impulsif hanya akan menyebabkan penyesalan di kemudian hari.
Warren Buffet menyatakan bahwa membeli barang secara impulsif dapat mengakibatkan kehilangan nilai. Oleh karena itu, orang kaya lebih suka berpikir matang-matang sebelum melakukan pembelian, sehingga setiap pengeluaran mereka memiliki tujuan yang jelas.
